Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 April 2010

Waspadai Makanan Berkalori Tinggi!


Siapa bilang gula hanya berwujud gula pasir, gula merah, atau gula tebu? Anda harus waspada sebab wujud gula kadang tak terlihat mata telanjang karena sudah tercampur dalam makanan dan minuman. Nah, berikut makanan dan minuman yang harus diwaspadai karena memiliki kandungan gula yang tinggi!

Saat mengunyah makanan, tubuh merubah makanan menjadi gula yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Namun bagi penderita diabetes hal yang terjadi adalah sebaliknya, karena sistem dalam tubuh mereka tidak bisa mengubah gula jadi energi. Sehingga gula menggenang dalam darah dan kemudian menjadi berlebihan dalam tubuh.

Banyak orang yang keliru berpendapat dengan tidak mengkonsumsi gula berlebih maka mereka akan aman-aman saja. Namun pendapat tersebut keliru sebab yang dimaksud gula mencakup glukosa, fructosa (terkandung dalam buah), laktosa (dalam susu), sucrosa (gula pasir), maltose atau malts (dalam nasi dan madu). Hal ini juga mencakup selai, maple syrup, corn syrup, palm sugar, dan brown sugar. Kesemuanya jika berlebih bisa membahayakan kesehatan dengan cara yang berbeda.

Oleh karena itu selain membatasi konsumsi gula agar tidak berlebih, Anda juga harus mengenali makanan dan minuman apa saja yang mengandung gula yang tinggi. Berikut makanan dan minuman yang harus Anda waspadai dan batasi konsumsinya menurut eatingwell:

Gula Putih

Sebuah studi telah mengindikasikan bahwa khususnya kaum wanita masa kini mengkonsumsi gula lebih banyak dibandingkan orang tua mereka 50-60 tahun lalu. Gula ini kebanyakan berasal dari gula putih atau gula pasir yang mengandung kalori tinggi dan hampir tidak mengandung nutrisi. Tidak hanya gula putih yang harus dikonsumsi tak berlebihan, namun juga gula merah, gula tebu (palm sugar), madu, sirup dan sumber gula lainnya.

Soda atau Minuman Berkarbonat
Jika Anda mengkonsumsi minuman soda atau berkarbonat secara terus-menerus sebaiknya hentikan kebiasaan tersebut. Dalam sekaleng minuman soda/karbonat mengandung setidaknya 15 sendok teh gula, 150 kalori, 30 -55 mg kafein dan mengandung zat tambahan lainnya seperti zat pewarna buatan dan zat penambah rasa yang berbahaya.

Bahkan beberapa soda yang berlebel 'diet soda' mengandung zat pemanis yang berbahaya seperti aspartame. Bahkan hal tersebut bisa menimbulkan penyakit seperti diabetes, emotional disorders, pengurangan penglihatan, telinga berdenging, kerusakan otak, dan kehilangan ingatan.

French Fries dan Donat
Kedua makanan ini menggunakan proses deep-fried alias digoreng dalam waktu cukup lama. Bahkan sebelum digoreng mereka sudah merupakan gula tak berwujud dan setelah digoreng dengan meresap minyak lebih banyak sehingga membuat tubuh tidak sehat. Donat sendiri mengandung sekitar 200-300 kalori yang sebagian besar adalah gula. Tak heran jika dikatakan bahwa sebuah kentang goreng bisa membuat kesehatan lebih buruk daripada sebatang rokok.

Sereal yang Mengandung Gula

Sereal yang biasanya dikonsumsi untuk makan pagi umumnya mengandung gula yang bisa membuat hari Anda lebih semangat tetapi di sisi lain juga bisa merugikan kesehatan. Sebagai contohnya dalam sekali penyajian sereal bisa mengandung 13 gram gula, 1gram fiber, dan 2 gram protein saja. Oleh karena itu akan lebih baik jika Anda mengganti sarapan pagi dengan semangkok oatmeal atau sereal gandum dengan topping buah-buahan.

Kue dan permen
Kue dan permen mengandung banyak sekali gula dan kebanyakan dari mereka memiliki kandungan trans fat yang berbahaya. Sekali-sekali menikmatinya tentu boleh saja, namun jika berlebihan tentunya akan membahayakan tubuh. Sebagai alternatif pengganti camilan ini Anda bisa menggantinya dengan buah-buahan kering.

Es Krim & Desserts
Kedua makanan ini memang paling susah untuk dihindari. Namun pembuat es krim saat ini umumnya membuat es krim dengan campuran bahan kimia dan dijual dengan kemasan yang menarik konsumen. Semua yang berasal dari hydrogenated oils, sirup jagung yang mengandung fluktuosa tinggi, dan susu kering digunakan untuk membuat es krim. Satu buah es krim bar mengandung sekitar 17 sendok makan gula.

Nah, jadi bisa dibayangkan apa yang terjadi jika Anda mengkonsumsi makanan diatas secara terus-merus? Oleh karena itu paling tidak jika tidak bisa menghindari makanan dan minuman diatas, Anda bisa mengurangi konsumsinya secara perlahan dan menggantinya dengan makanan dan minuman yang lebih sehat tentunya.



Sumber : http://food.detik.com/read/2010/04/01/185956/1330556/294/waspadai-makanan-berkalori-tinggi

Selasa, 09 Maret 2010

Tak Cukup Hanya Berolahraga


Olahraga teratur memang memiliki banyak manfaat, yang paling utama tentunya untuk menjaga kesehatan dan membuat badan selalu bugar. Selain itu, olahraga dapat digunakan untuk membakar lemak tubuh, dan juga membentuk serta memelihara otot-otot agar tetap kuat serta kencang.

Namun, setiap olahraga ternyata dapat menghasilkan radikal bebas, sebagai contoh yaitu olahraga ketahanan otot (latihan beban). Saat ini diketahui, ternyata olahraga ketahanan otot (latihan beban) dapat meningkatkan produksi radikal bebas. Menurut penelitian pada Molecular and Cellular Biochemistry (2003), Pada saat istirahat (tanpa olahraga) setiap penggunaan 25 molekul oksigen dalam pernafasan dihasilkan satu radikal bebas, sementara pada saat latihan beban (endurance exercise), oksigen digunakan 10 – 15 lebih banyak dari pada saat istirahat. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan cenderung menyerang molekul atau sel lain. Radikal bebas diketahui dapat menyebabkan kerusakan DNA yang selanjutnya memicu kanker.

Peningkatan produksi radikal bebas ketika berolahraga ini harus diimbangi oleh protein, lemak dan DNA. Antioksidan adalah molekul yang dapat menetralkan radikal bebas sehingga radikal bebas tersebut tidak menyerang molekul atau sel lainnya, selain itu antioksidan juga dapat meningkatkan stamina saat kita sedang berolahraga.

Quercetin adalah antioksidan yang banyak terdapat pada buah apel, bawang merah, kubis, brokoli, teh hijau, dan teh hitam. Studi penelitian dari Medicine and Science in Sports and Exercise (2009) melaporkan bahwa quercetin memiliki kemampuan sebagai antioksidan dan anti peradangan serta mengaktifkan energi sel. Para penelii menyatakan pada kesimpilan studinya, bahwa konsumsi antioksidan dari buah dan sayur yang disertai olahraga teratur memiliki efek menguntungkan bagi kesehatan merupakan sesuatu yang tidak diragukan lagi. Dari studi-studi tersebut, juga disimpulkan bahwa lebih baik lagi untuk mengkonsumsi antioksidan dalam bentuk alami (buah dan sayur) atau dalam bentuk jus dari pada melalui suplemen.

So, karena ternyata olahraga saja belum cukup untuk bisa mendapatkan kesehatan yang sempurna, seimbangkanlah olahraga kita dengan mengkonsumsi antioksidan dari buah dan sayur agar selain memiliki tubuh yang sehat dengan otot yang kuat, kita juga bisa terhindar dari penyakit-penyakit yang mungkin muncul jika radikal bebas yang kita hasilkan tidak dinetralkan.


Sumber : Majalah Men's Guide

Minggu, 07 Maret 2010

Karbohidrat dalam Suplemen Anda

“Jangan gunakan suplemen yang ada karbonya, gunakan yang kandungan mayoritasnya protein” ujar seorang teman di gym. Mungkin Anda juga sering mendengar nasihat seperti ini ketika Anda memilih asupan nutrisi untuk otot Anda. Sesungguhnya apakah betul nasihat untuk tidak menggunakan asupan nutrisi yang tanpa karbohidrat? Telusuri fakta dibawah ini, dan temukan sendiri jawabannya.

Karbohidrat sebelum berolah raga
Selama melakukan ativitas berolah raga, tubuh Anda akan menghabiskan sumber tenaga utama dalam tubuh, yaitu karbohidrat. Karbohidrat dalam tubuh Anda didapat dalam bentuk glikogen yang disimpan di dalam otot. Seiring dengan habisnya glikogen otot, sumber-sumber energi lain pun mulai digunakan. Berita baiknya, Anda akan membakar lemak menjadi sumber energy, tapi berita buruknya, Anda bisa jadi mengurai otot, yang selama ini sudah dengan susah payah Anda pahat. Tidak menyenangkan bukan?
Konsumsi nutrisi otot dengan kombinasi karbohidrat dan protein sebelum berolah raga, mensuplai cukup glikogen untuk latihan Anda, serta memberi asupan protein guna mencegah penguraian otot selama latihan.

Karbohidrat setelah berolah raga
Latihan beban tidak hanya membentuk otot, namun juga mengurai otot Anda. Penelitian yang dilakukan oleh Biolo et al. (1995) menyatakan bahwa kecepatan sintesis protein mencapai 108% sedangkan pemecahan protein otot mencapai 51% setelah melakukan latihan resistance1, sehingga tetap terjadi pembentukan otot karena pembentukannya lebih besar daripada pemecahan yang terjadi.
Konsumsi karbohidrat setelah berolahraga akan membantu menggantikan glikogen otot yang hilang2 dan juga menaikkan hormon insulin Anda. Insulin akan meningkatkan kecepatan sintesis protein otot3-5 membantu proses transportasi asam amino ke dalam jaringan otot Anda5-7, dan menurunkan tingkat pemecahan protein otot. Dengan asupan protein yang tinggi dan karbohidrat yang cukup dari asupan nutrisi Anda setelah latihan, hasil Anda akan semakin maksimal.



Sumber : www.l-men.com/karbohidrat-dalam-suplemen-anda